Minggu, 16 Agustus 2015
Alat Teknologi Masa Depan Yang Tidak Anda Percayai Nyata
5 Kelebihan windows 10
Berikut ini adalah 5 Kelebihan Windows 10
- Windows 10 Bersifat Multi Platform
- Windows Explorer Baru
- Command Prompt Juga Baru
- Tampilan Baru Task View
- Kini Tombol Start Menu Kembali
Sony Xperia C5 Ultra dan Xperia M5 Resmi
Xperia C5 Ultra hadir sebagai suksesor seri selfie sebelumnya,Xperia "C" series, dimana tampil bersama optimasi kamera depan. Kini Xperia C5 Ultra dibekali kamera depan 13 MP pada sisi depan dan belakang. Kamera depannya memiliki panjang fokal 22mm, hingga bisa lebih optimal untuk aksi we-fie dengan lebih banyak peserta. Lampu LED flash tetap disertakan mendampingi kamera depan tersebut.
Berbeda dengan pendahulunya, Xperia C5 Ultra menyematkan layar IPS berukuran 6 inci beresolusi Full HD (1080p), dengan bezel tipis. Dapur pacunya kelas octa-core 1,7GHz (MediaTek MT6752), ditandem RAM 2GB, memori internal 16GB. Sistem operasi yang dijalankan Android 5.0 Lollipop.
Selanjutnya adalah Xperia M5, yang dari sisi penampilannya mirip dengan seri Xperia Z. Disainnya mengadopsi konsep OmniBalance, dengan bahan logam di sisi samping dan lapisan kaca di bagian depan dan belakang. Sony Xperia M5 ini pun memiliki ketahanan terhadap debu dan air, menyandang sertifikasi IP65 dan IP68.
Xperia M5 dibekali selot microSD untuk ekspansi ruang penyimpanan tambahan. Teknologi LTE telah ada pada smartphone Android 5.0 Lollipop ini. Penyuplai dayanya mengandalkan baterai kapasitas 2600mAh, yang juga diklaim bisa bertahan 2 hari.
Sony Xperia C5 Ultra dan Xperia M5 dilaporkan bakal tersedia pula dalam varian dual SIM, yang akan mulai dipasarkan pada pertengahan Agustus 2015 ini. (woro)
Minggu, 21 Desember 2008
Senjata Baru buat Serdadu Amrik: Ada kamera Onlinenya
Bagi tentara yang sedang bertempur, senjata sudah menjadi bagian dari dirinya. Senjata sudah menjadi barang wajib yang harus dibawa. Tidak ada senjata sama dengan mati. Untuk itulah pengembangan senjata dilakukan terus menerus. Demikian juga dengan Amerika.Bagi tentara yang sedang bertempur, senjata sudah menjadi bagian dari dirinya. Senjata sudah menjadi barang wajib yang harus dibawa. Tidak ada senjata sama dengan mati. Untuk itulah pengembangan senjata dilakukan terus menerus. Demikian juga dengan Amerika.
Sebagai negara yang hobi berperang, negara ini dituntut mengembangkan senjata bagi tentaranya, agar menang di pertempuran tentunya. Seperti yang ada di atas. Senjata itu bernama M-18 Elite. Senjata ini dilengkapi dengan banyak perlengkapan digital. Bahkan, senjata ini dilengkapi juga dengan kamera yang akan online dengan Presiden, house commitee, bahkan akan online juga di CNN. Jadi, si tentara harus menunggu perintah dulu dari atasannya apakah dilanjutkan menyerang, membatalkan serangan atau menembak musuh. Ya.. jika si presiden tidak tega dengan musuhnya mungkin pasukannya akan diminta mundur atau membiarkan musuhnya hidup.
Menurut rencana, semua gambar yang dikirim tadi akan dilewatkan melalui satelit khusus sebagai media perantara. Senjata ini akan membuat tentara semakin menjadi “boneka” bagi atasannya, atau “juru kamera” bagi CNN. Kacian deh lu.. [strangemilitary]
[Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi akan menunjang pula kecanggihan dalam hal elektronik defense. __shirogadget__ gadget dan teknologi terbaru]
9 Bangunan Terunik Di Dunia
1. Aqua - USA
Dibangun di Chicago dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2009.
2. Chicago Spire - USA
Akan menjadi salah satu bangunan TERTINGGI di dunia dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2010.
3. CCTV Headquarters - China
Salah satu bangunan yg dipersiapkan menjelang Olimpiade Beijing 2008
4. Penang Global City Center - Malaysia
Lokasinya akan di bangun di Penang Island dan diperkirakan pembangunannya butuh waktu paling sedikit 15 tahun.
5. Gazprom Headquarters - Russia
Salah satu bangunan raksasa dengan tinggi kurang lebih 300 meter (glass flame) dan akan memantulkan warna kurang lebih 10 kali, tergantung dari posisi matahari pada saat itu. Beberapa penduduk lokal yg kurang senang dengan adanya bangunan tersebut menjulukinya “corn on the cob”. D
6. Burj Dubai - Dubai
Diperkirakan tinggi bangunannya sekitar 818 meter dan akan menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia (antenna paling atas bangunan tidak dihitung).
7. Rusia Tower - Rusia
Bangunan ini juga akan menjadi salah satu bangunan tertinggi di dunia dan diperkirakan selesai pada tahun 2012 nanti.
8. Reggata Hotel - Jakarta
Indonesia pun bakal mempunyai bangunan megah nan unik di Jakarta dengan desain Arsitektur yang agak kontroversial.
9. Residence Antilia - India
Pembangunannya sudah dimulai di India, mirip seperti rak cd dari tumpukan batu yg unik.
Projek Senjata Biologi NAMRU-2
Kru Angkatan Laut yang bekerja di NAMRU-2
Inilah yang agak aneh dan bikin curiga. Masa bidang keahliannya di Angkatan Laut, militer, tapi malah concern terhadap penyakit-penyakit menular. Hal ini seharusnya ditangani oleh orang-orang yang relevan di bidangnya. Tapi, kalau kita lihat sepertinya mereka membajak WHO deh. Anehnya lagi, mereka meminta paspor diplomatik. Untuk apa tok? Apa urusannya dengan peneliti? Orang yang ngambil kuliah di jurusan ilmu politik dan hubungan internasional tahu apa itu cover diplomatik. Itu berarti mereka meminta suatu fasilitas yang mereka inginkan untuk membawa masuk dan keluar segala sesuatu ke negara ini tanpa intervensi dari aparat Indonesia.
Jelaslah yang namanya koper, tas dan bagasi nggak boleh diutak-atik oleh sembarang orang, tapi kalau aparat berwenang yang berhak memeriksa demi alasan keamanan nggak boleh ngutak-atik juga, pantaslah kalau kita makin curiga bergiga-giga. Apalagi sampel yang mereka teliti selalu tentang penyakit-penyakit menular, kenapa nggak penyakit degeneratif semisal, kanker, jantung, dll. Karena untuk membuat senjata biologi, dibutuhkanlah sampel-sampel dari penyakit menular bukan penyakit degeneratif.
Mungkin itu alasan untuk meng-cover incoming dan outgoing hasil riset mereka dalam tas-tas diplomatik. Ada sesuatu yang mereka kerjakan secara sembunyi-sembunyi dan tidak boleh diketahui oleh publik - TOP SECRET.
Lalu untuk apa mereka ada di Indonesia?
Keberadaan mereka pada awalnya memang memberi manfaat, tapi itu dulu waktu wabah pes atau dikenal dengan bubonic plague yang melanda wilayah Boyolali, Jawa Tengah pada tahun 1968. Karena dinilai sukses, bantuan itu lalu diangkat menjadi sebuah kerjasama permanen yang dituangkan dalam sebuah MoU dan diteken bersama oleh Dubes AS dengan Menkes RI pada 16 Januari 1970.
Mereka berdalih terus meneliti tentang penyakit malaria, DBD, hepatitis, diare, PMS, AIDS dan berbagai penyakit tropis yang khas di Indonesia. Karena menurut mereka Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat menarik untuk diteliti. Katanya memang banyak membantu program pemberantasan penyakit malaria dan TBC. Mereka bekerja di Direktorat Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular (P2M), Depkes. P2M ini fokusnya adalah TBC. Jadi memang ada manfaatnya. Tapi yang jadi persoalan adalah kuman-kuman (bakteri, virus dan protozoa) itu diteliti oleh mereka kemudian dibawa keluar-masuk dari Indonesia. Entah untuk apa? Kita tidak tahu. Karena nggak semua orang punya akses, inilah persoalan yang paling urgen.
Sedangkan kerugiannya jelas, Indonesia dikadalin. Ini ilmu kadal namanya. Kita diberi sedikit bantuan yang sifatnya nggak terlalu esensial. Lipstick Aid, sifatnya kosmetik, temporer nggak permanen. Tapi mereka dapat untung luar biasa dari belajar mengenai penyakit menular ini. Dan yang menjadi pertanyaan adalah buat apa dipelajari kalau penyakit menular ini tidak ada di negara mereka? Padahal mereka juga tidak kena. Kalau kita pikir gampang-gampang dari segi ekonomi, tampaknya mereka bikin vaksin dari hasil penelitian itu kemudian dijual sama orang lain. Jelas tidak etis, bahkan tidak manusiawi, jual vaksin dari penderitaan orang banyak.
Hal ini pernah terbukti di negara Taiwan, Mesir, Filipina dan beberapa negara Asia Tenggara lainnya. Tapi eksistensi NAMRU-2 di negara tetangga tersebut sudah ditutup. Sementara di Indonesia saja yang sudah kelamaan 30 tahun. Eh malah mau diperpanjang lagi.
Senjata Perang Paling Dahsyat
NAMRU-2 memiliki kepentingan untuk mempelajari penyakit-penyakit menular yang ganas di Indonesia. Mereka mengambil spesimen, kemudian diproses, dibiakkan, dibenihkan (seed), diperbanyak (multiply) dan seterusnya untuk dibuat vaksin-vaksin. Di Indonesia tentu nggak ada laboratorium secanggih itu, mungkin hanya teknologi penyimpanan saja. Sementara itu pembuatan senjata biologi pasti dilakukan di suatu tempat di luar Indonesia. Sedangkan di sini mereka mungkin memanfaatkannya untuk pengiriman bahan atau spesimen. Nggak heran kalau mereka meminta kekebalan diplomatik.
Disamping melakukan penelitian tersebut mereka juga mengamati letak geografis, angin, cuaca, alur laut, dls yang alasannya karena bersangkut-paut dengan penyebaran dan cara menghentikan penyebaran. Padahal bisa jadi mereka melakukan tindakan tersebut untuk memetakan daerah-daerah yang cocok untuk perang kuman. Kalau militer yang melakukan ini pasti itu untuk kepentingan militer jua.
Yang paling penting adalah keluar-masuknya spesimen. Karena bagi mereka penting sekali untuk mengambil spesimen, memeliharanya sebentar, kemudian mendepositkannya ke laboratorium intensif mereka.
Dari segi militer, contohnya malaria. Kalau mereka bisa merekayasa, penyakit tersebut makin lama makin ganas. Tentu ini tidak bisa dikendalikan dengan obat biasa. Sedang mereka bisa bikin vaksin anti-malaria. Nah, kalau seandainya mereka menghadapi perang gerilya dengan negara yang tidak suka dengan dominasinya, mereka nggak perlu turun ke hutan. Cukup sebarkan saja nyamuk modifikasi yang lebih ganas. Niscaya gerilyawan mati karena kena malaria tropicana.
Senjata biologi atau laboratorium biologi lebih berbahaya dari nuklir. Kalau mereka bisa membuat senjata biologi yang negara lain nggak bisa menandingi, maka tentaranya dapat diberi kekebalan dengan vaksin yang telah mereka miliki. Dan mereka bisa masuk dengan aman ke daerah yang sudah mereka tebarkan virus atau bakteri tersebut.
Andaikan senjata biologi ini dibuat seperti bom atom yang meluluh-lantakkan Hiroshima kemudian diluncurkan ke tanah, niscaya semua makhluk hidup yang berada dalam radius 500 KM lebih dari titik peledakan akan tewas seketika. Belum lagi dampak dari bom tersebut. Bener-bener senjata perang paling dahsyat, mengerikan.
Jangan lupakan juga ada senjata kimia, seperti nuklir. Selain laboratorium biologi, negara-negara besar pasti mempunyai laboratorium senjata-senjata kimia. Tujuannya jelas, karena mereka ingin mengumpulkan kekuatan sebanyak mungkin dan implikasinya adalah mereka dapat melakukan dominasi terhadap dunia baik di bidang politik, ekonomi, keamanan, kebudayaan, hukum, dsb. Intinya adalah kekuasaan. Menekan suatu negara untuk dieksplorasi, celakanya negara dunia ketiga tidak boleh melakukan penguatan (empowering). Hal itu dimaksudkan agar tetap terjajah oleh mereka, meskipun secara de jure merdeka.
Bagaimana sikap pemerintah Indonesia?
Banyak orang yang tidak menyadari, dari kalangan pemerintah sampai ilmuwan pun tidak banyak yang menyadari. Bukannya nggak tahu, mereka tahu ini ada persoalan. Tapi maklumlah orang Indonesia, mereka belum melihat ada sesuatu yang membahayakan kalau belum ada kejadian. Mereka pikir aman-aman saja tho. Kalau misalnya laboratorium itu bocor lalu virusnya bertebaran di udara dan keluarga presiden kemudian kena, baru deh mikir. Kadang-kadang diantara mereka merasa hepi dimasukkan ke dalam derajat sosial sebagai peneliti tingkat internasional. Inilah repotnya bangsa kita.
Orang-orang yang punya otoritas untuk menghentikan ini tengok-tengok dulu lihat-lihat kiri-kanan, kalau ada orang lain semangat, baru mereka ikutan semangat. Mereka tahu bahayanya, tapi untuk maju ke depan sebagai pelopor mereka nggak punya keberanian.
Sikap pemerintah saat ini tampaknya lemah. Mereka nggak punya nyali jika berhadapan dengan kekuatan besar. Para elite ini eksis secara sosial, kekuasaan maupun kekayaan. Untuk bisa eksis dalam tiga hal ini mereka butuh jaringan. Mereka tidak percaya dengan bangsa sendiri maupun dengan negara-negara yang nggak Super Power. Mereka hanya mau membangun jaringan dengan negara digdaya sehingga mau menjadi goyim-nya.
Nah, disinilah pentingnya kemauan. Kemauan politik dari seorang leader. Sebenernya, ahli-ahli Indonesia itu cakap-cakap kok. Kita butuh seorang pemimpin yang mempunyai visi jelas dalam me-manage negara ini. Kalau leadernya hanya sekadar mengejar 5 tahun berikutnya, 5 tahun berikutnya lagi, jelas ya pabaliut lah.
Setiap Tindakan Pasti Ada Tujuan
Ketertutupan NAMRU-2, permintaan kekebalan diplomatik yang berlebihan serta sikap pemerintah Amerika yang ngotot mempertahankan laboratorium itu sangatlah mencurigakan. Apalagi, mereka dalam status membantu. Selain dugaan kegiatan intelijen, mereka pun disinyalir telah mencuri kekayaan alam, sumber daya hayati serta spesimen biologis yang menyangkut bibit penyakit, hama, bakteri, dan virus. Bukan tak mungkin mereka mengembangkan semua spesimen biologis tersebut menjadi senjata biologi.
Sebagai langkah preventif, sebaiknya operasi NAMRU-2 di Indonesia harus ditutup. Sebab manfaatnya kini sangat meragukan. Bahkan madorotnya yang lebih banyak. Kerja sama Indonesia dengan Amerika dalam persoalan ini harus dihentikan. Bangsa kita harus melakukan sendiri penelitian-penelitian tersebut agar aman dan terbebas dari jeratan kaum kapitalis.
Kita curiga sekarang ini banyak virus berkembang-biak karena ulah mereka. Virus AIDS, HIV, flu burung, antrax, chikungunya, dsb. Dulu virus-virus ini nggak pernah ada. Tiba-tiba sekarang ini menjadi banyak. Jelas aneh. Jangan-jangan ini memang sengaja untuk menghancurkan bangsa kita yang mayoritas penduduknya Muslim. Tahu kan Amerika itu selalu alergi terhadap Islam.
Kenapa? Karena Amerika tahu bahwa Islam itu suatu ajaran yang komprehensif. Kalau dipraktekkan secara komprehensif, mereka tak berdaya melawan. Kalau ada yang bilang, nggak ada tuh Islam mengatur soal politik dan hukum. Wah itu sudah kacau-balau namanya. Cara berpikir seperti itu merupakan hasil dari penjajahan negara barat.
Oleh karena itu, ke depannya kalau tatanan dunia nggak bisa berubah ke arah yang lebih baik, kita sebagai umat Muslim sebaiknya belajar atau minimal mengetahui tentang bahaya senjata biologi. Ini sebagai bentuk persiapan. Dalam Islam ada yang namanya i’da’. Kalau tidak bisa dikendalikan, negara besar culas, Indonesia harus bersiap-siap karena ini menyangkut dominasi suatu negara terhadap negara lain.
Wallahu’alam
Jumat, 12 Desember 2008
Website untuk Peta Wilayah di Indonesia
Peta merupakan gambaran wilayah geografis, biasanya bagian permukaan bumi. Peta bisa disajikan dalam berbagai cara yang berbeda, mulai dari peta konvensional yang tercetak hingga peta digital yang tampil di layar komputer. Peta dapat menunjukkan banyak informasi penting, misalnya informasi daerah rawan bencana, daerah pegunungan atau bahkan sampai kedalaman dasar laut.
Peta dapat dibuat dengan berbagai bentuk. Peta pertama mungkin dibuat manusia dengan menggambar garis di pasir atau menyusun batu kerikil dan ranting kecil di atas tanah. Peta modern diterbitkan untuk penggunaan yang lebih lama.
Peta cetak adalah bentuk yang paling sederhana. Peta cetak menggambarkan dunia sebagai bidang datar dalam dua dimensi. Dalam peta cetak, relief gunung dan lembah ditunjukkan dengan simbol khusus untuk memperbaiki kekurangan “tingkat kedalaman”, dimana hal tersebut dalam bentuk tiga dimensi. Jadi peta relief adalah peta bidang datar dengan penambahan tonjolan dan lekukan untuk menunjukkan perbedaan tinggi rendahnya permukaan. Tonjolan dan lekukan ini biasanya dibuat dari tanah liat atau plastik.
Peta berbasis komputer (digital) lebih serba guna. Peta yang terprogram akan lebih dinamis karena bisa menunjukkan banyak view yang berbeda dengan subjek yang sama. Peta ini juga memungkinkan perubahan skala, animasi gabungan, gambar, suara, dan bisa terhubung ke sumber informasi tambahan melalui Internet. Peta digital dapat diupdate ke peta tematik baru dan bisa ditambahkan detail informasi geografi lainnya. Hal ini karena informasi baru dapat dimasukkan ke dalam database setiap saat. Mempunyai peta digital sama seperti mempunyai selusin peta tematik cetak yang meng-overlay daerah tertentu yang terhubung secara elektronik ke sebuah perpustakaan besar dalam tema utama atau yang berhubungan dengan tema utama.
Keberadaan peta secara umum sangat diperlukan, seperti untuk melakukan perjalanan, pencarian lokasi tertentu, atau untuk mendapatkan berbagai lokasi penting lainnya. Perkembangan teknologi canggih telah menghadirkan berbagai perangkat canggih yang mampu mendeteksi lokasi atau peta di bumi, secara online melalui satelit. Teknologi ini kini banyak digunakan oleh agen-agen perjalanan dan jasa kurir. Sebut saja Geographic Information Systems (GIS) yang merupakan sebuah sistem aplikasi yang digunakan untuk menyimpan, retrieval, pemetaan dan analisis data geografis, dengan memanfaatkan teknologi satelit dan meletakkannya dalam database.
Berikut ini merupakan beberapa situs yang menyediakan layanan peta di Indonesia :
CYBER MAP
Alamat Situs: http://www.cybermap.c o.id/
Situs media informasi peta Indonesia, memberikan info lalu lintas, hotel, rumah sakit, sekolah/universitas, Mall/ plaza, museum, transportasi, fasilitas ATM, otomotif, perkantoran, kedutaan, rumah makan, pemerintahan, gedung bioskop, serta informasi lain di kota Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta & sekitarnya. Situs ini juga menyajikan peta situs online, informasi daerah rawan macet dan banjir. Ada juga layanan Map Advertise, yakni sarana beriklan gratis dengan fitur lengkap, termasuk di dalamnya peta lokasinya. Untuk dapat melihat peta sesuai kebutuhan, Anda dapat melihat peta dengan menggunakan kategori Alamat, Tempat-tempat Terkenal, Tempat berdasar Kategori, dan kategori rute transportasi.
CITY MAPS INDONESIA
Alamat Situs: http://www.cit ymapsindonesia.com/
Menyediakan informasi peta lokasi-lokasi bisnis, tempat wisata, hotel, pelayanan publik, lokasi berbagai organisasi, dan lain-lain di 33 kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar Bali, Medan, Makasar, dan lain-lain. Peta ini tersaji secara interaktif. Anda dapat melakukan zoom hingga ratusan kali untuk mendapatkan detil lokasi yang Anda inginkan.
PETA JAKARTA
Alamat Situs: http://www.dki.go.id/p eta
Informasi peta lokasi khusus daerah Jakarta dan sekitarnya. Menyediakan informasi peta Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat, dan Jakarta Pusat. dan Peta Wilayah Kodya Jakarta Barat, Kodya Jakarta Selatan, Kodya Jakarta Timur, Kodya Jakarta Utara, dan Kodya Jakarta Pusat. Situs ini dikembangkan dan dikelola oleh Pemerintah Propinsi DKI Jakarta.
Jenis-jenis peta yang dihadirkan yaitu Peta Tematik (Peta Kelurahan, Peta Banjir, Peta Kerawanan, Peta Perbelanjaan, Geologi, Tata Guna Tanah, Penduduk, Kawasan Banjir, Rawan Kejahatan), Peta Dasar, Peta Foto, Peta Teknis, Peta Offset (Peta Wilayah, Peta Propinsi DKI Ja¬karta), Peta Kepulauan Seribu, dan Peta Citra Satelit.
MAPSJAKARTA.COM
Alamat Situs: http://www.mapsjakar ta.com/
Menyediakan informasi peta tempat-tempat komersial (tempat favorit, pusat perbelanjaan, restoran, konsulat, kantor polisi, rumah sakit dan perhotelan di wilayah Jakarta.
MAPSYOGYAKARTA.COM
Alamat Situs: http://www.mapsyo gyakarta.com/
Menyediakan informasi peta dan wilayah pariwisata kota Yogyakarta dan sekitarnya. Peta yang tersedia antara lain untuk Distrik Historis, Greater Yogyakarta, Solo bagian Barat, dan Solo bagian Timur.
PETA PARIWISATA JAWA TIMUR
Alamat Situs: http://www.eastjava .com/map/
Peta daerah pariwisata di Jawa Timur & sekitarnya: Surabaya, Malang, Tretes, Gunung Bromo, Trowulan dan Banyuwangi.
JARINGAN PETA HIJAU INDONESIA
Alamat Situs: http://www.greenmap.o r.id/
Website ini adalah simpul dari jaringan-jaringan komu¬nitas pemeta hijau di seluruh Indonesia. Selain diarahkan menjadi titik hubung komunikasi dan informasi antar komunitas peta hijau ataupun lembaga lain yang menjadi rekanan, materi-materi dalam website ini diharapkan dapat membantu inisiatif-inisiatif lokal untuk membangun jaringan peta hijau baru di lingkungannya. Situs ini juga dilengkapi dengan layanan email gratis dan Mailing List Peta Hijau.(dna)
Sumber : Situs Populer Indonesia - Wahana Komputer
Perkembangan Rumah Prefabrikasi
Dibalik fakta yang dijelaskan di atas, konotasi kata prefabrikasi saat ini mengalami perubahan. Era sebelumnya rumah prefabrikasi hanya mengandung terminologi: material terbatas, massal dan hibrid pada suatu lokasi, moduler, panel, fabrikan (manufactured), dengan sistem semi-fixpre-engineered system). Namun kini, terutama di Jepang, rumah prefab tak ada bedanya dengan rumah-rumah biasa: materialnya beragam bahkan high-tech end, tidak harus massal pembangunanya (fleksibel sesuai kebutuhan), dan bersifat permanen. Faktor terakhir ini (budaya berumah) tak lepas dari perjalanan sejarah industri perumahan di Jepang sendiri.
Perkembangan Rumah Prefabrikasi
Definisi rumah prefab di dunia sangat beragam. Di Amerika atau Canada rumah prefab lebih dikenal sebagai manufactured house yang bertumpu pada struktur baja, mengikuti mobile homecaravan sebagai rumah dinamis yang menjadi pendahulu untuk hampir empat abad lamanya (sebutan lain adalah portable house prefab). Ini juga tidak lepas dari proses produksi manufactured house yang 85% di antaranya harus diselesaikan di dalam pabrik, atau masih dibedakan dengan modular house sebagai rumah prefab. Data tahun 1996, 24% konsumsi rumah baru di Amerika adalah rumah keluaran pabrik ini (3% di antaranya adalah rumah prefab moduler).
Kasus di Eropa (terutama negara-negara baltik) dan Jepang berbeda lagi. Rumah prefab hanya mempunyai satu definisi. Yaitu sebagai rumah dengan modul tertentu dan dibangun layaknya rumah biasa (dari satu lantai sampai low rise house). Bedanya adalah sebagian dari komponennya banyak yang diselesaikan di pabrik. Beberapa kalangan mengelompokkan pendefinisian ini ke dalam dwellhouse prefab dan telah menjadi bagian dari budaya berumah di negara-negara tersebut. Setelah perang dunia kedua, dengan banyaknya proyek rehabilitasi permukiman atau pembangunan massal, rumah prefab banyak menjadi pilihan karena kecepatan pembangunannya dan murah. Kayu banyak digunakan sebagai pilihan utama material bangunan karena sifat fleksibiltiasnya (menyangkut teknologi pada saat itu).
Dari kayu ini, saat ini material bangunan untuk rumah prefab sudah sangat beragam, seperti beton pracetak (precast concrete), baja ringan (light gauge-steel), kayu lapis (timber framed) dan beragam materi mutakhir lainnya. Dari produksi massal, saat ini masyarakat bisa memilih rumah-rumah prefab itu secara individu dengan hanya memilih disain di katalog atau ruang pamer (housing plaza) dan beberapa modifikasi yang dimungkinkan. Rumah akan berdiri dalam waktu pengerjaan (construction time) tak lebih dari sebulan setelah semua syarat (termasuk tanah tentunya) tersedia.
( atau
Merespon Isu Keberlanjutan
Dewasa ini, imej rumah prefab sebagai rumah semi permanen mulai pudar. Bahkan di Jepang anggapan rumah prefab adalah rumah sementara itu hampir tidak ada. Objektivitas ini didukung oleh budaya bermukim di Jepang dan erat hubungannya dengan dasar-dasar rumah Jepang itu sendiri, seperti adanya kebiasaan penggunaan modul untuk ukuran ruang (jou, ken, kiwari, dan sebagainya). Perkembangan aspek-aspek kenyamanan, gaya, fungsi, kekuatan, kemudahan perawatan, dan keterjangkauan dari rumah prefab ini menjadikannya mengalami peningkatan dalam penjualan. .
Daiwa House dan Sekisui House yang telah lama bergerak dalam bisnis real estat sejak awal tahun 1960-an, yang diikuti Mitsui House dan Misawa Home, telah menggunakan konsep rumah prefab untuk produk-produknya sejak awal. Dengan mempercepat jangka waktu konstruksi dan pengerjaan di lokasi, kualitas terkontrol di pabrik, maka beberapa masalah yang berhubungan dengan biaya konstruksi dan gangguan terhadap lingkungan saat konstruksi sedikit banyak bisa tereduksi. Selain itu respon terhadap isu berkeberlanjutan mulai lebih diperbarui dengan pemanfaatan material-material bangunan ramah lingkungan (eco friendly materials), seperti penggunaan bahan-bahan daur ulang (recycled materials) dan sistem fisika bangunannya pun lebih bertumpu pada solar atau hybrid power system.
Meskipun terdapat keterbatasan disain (minimalis) pada disain rumah prefab, namun pada kenyataannya produksi rumah prefab di Jepang (termasuk untuk ganti model) menunjukkan kecenderungan naik akhir-akhir ini (dari tahun 1991-2000 tiap tahun terdapat pembangunan sekitar 1.2-1.5 juta rumah prefab ini, JREI, 2000). Peran pemerintah, dalam hal ini Pemerintah Jepang dalam mendorong pengembangan rumah prefab sebagai bagian dari metode memperbanyak jumlah rumah layak bagi masyarakat pun berperan besar. Faktor mahalnya harga tanah dan bangunan menjadi faktor penghambat masyarakat memiliki rumah, terutama bagi keluarga muda. Mereka yang memilih tinggal di pinggiran kota atau kota-kota kecil lah yang dibidik sebagai konsumen rumah prefab ini. Mereka lebih memilih hidup di atas rumah sendiri meskipun kecil. Persis seperti ungkapan Frank Gehry, seorang arsitek dunia dalam merespon perkembangan rumah mungil prefab ini, "The problem with the younger generation is that no-one is interested in making monuments".
Muhammad Sani Roychansyah, staf di Jurusan Arsitektur dan Perencanaan FT UGM, saat ini sebagai Postdoctoral Research Fellow pada Department of Architecture and Building Science, Tohoku University, Sendai, Jepang.
E-mail: sani@hjogi.pln.archi.tohoku.ac.jp
Alat Pelacak Digital Wireless Untuk Anak
Jarak area pergerakan alarm dari jam tangan akan berbunyi di receiver. Consumer dapat memilih range jarak anak dengan men-setting jaraknya 16 hingga 32ft, 26 hingga 65ft, 49 hingga 98ft. Ketika anak sudah melewati batas jarak pergerakan yang ada di setting receiver, atau bahkan anak membuat suara yang berisik, maka LED receiver akan menyala, dan mengindikasikan lokasi si anak. LED receiver akan berkedip ketika si anak berada dalam jarak yang delat. Jika si anak sudah menjauhi range jarak, maka lampu LED receiver akan semakin memudar cahanya. Jika LED sangat terang, maka si anak telah pergi jauh dan kemudian memudar ketika si anak telah aman dan terdengar suara dari receiver.
Fitur Digital Wireless Child Tracker :
- Range jarak 16-32ft, 26-65ft, 49-98ft
- Pengamatan dapat diperluas untuk memonitor maksimal 4 anak
- Kedipan LED semakin cepat ketika si anak sudah dekat, dan kedipan akan berjalan lambat ketika si anak semakin menjauh.
- Echargable lithium battery
India Tuntut Google ‘Matikan’ Google Earth
Pengacara hukum telah mengajukan petisi ke pengadilan India untuk melarang Google Earth setelah adanya indikasi yang menyatakan bahwa satellite image yang digunakan di Google Earth, telah digunakan untuk merencanakan penyerangan ke Mumbai oleh teroris, yang menewaskan sekitar 170 orang. Seorang pengacara bernama Amit Karkhanis berbicara di High Court India bahwa layanan gratis yang disediakan Google Earth telah dimanfaatkan oleh teroris dan militant radikal untuk membuat plot serangan, dengan menyediakan detail image untuk mencari target mereka.
Peristiwa ini bukanlah hal yang pertama untuk Google selaku pemilik Google Earth, otoritas pemerintah India dengan segala power dan kewenangannya telah mem-banned layanan image satellite populer tersebut. Awal tahun ini saja, Department Pertahanan Amerika telah melakukan hal yang sama terhadap Google atas sebab pengambilan gambar fasilitas militer Streetview, setelah Google Earth menyusuri pencarian 360 derajat di area Texas. Oleh karena adanya kasus tersebut, militer Inggris beranjak mulai anti Google Earth, dan memaksa situs tersebut untuk memindahkan gambar base militer di Basra, Iraq. Bahkan, tidak hanya Amerika, Australia dan Korea Selatan juga melakukan aksi yang sama.
Namun, dari banyak kasus di atas, banyak yang hanya meminta gambar area sensitive yang diambil Google Earth untuk di-blur-kan atau di-sensor. Sedangkan untuk India, lebih meminta Google Earth untuk langsung di-banned. Menurut The Times, polisi percaya bahwa para penembak yang menyerang Mumbai di akhir November lalu, menggunakan teknologi tinggi untuk mendukung rencana mereka, termasuk system GPS untuk navigasi di laut, mobile phone dengan multi SIM card, dan kemungkinan web browser BlackBerry untuk memonitor kejadian yang mereka lakukan. (h_n)
beritanet.com
Jumat, 05 Desember 2008
ESWL: Menghancurkan Batu Ginjal dari Luar Tubuh (1)
Beberapa keuntungan dari ESWL diantaranya adalah dapat menghindari operasi terbuka, lebih aman, efektif, dan biaya lebih murah, terutama untuk prosedur ESWL yang sederhana sehingga tidak memerlukan perlakuan berkali-kali.
ESWL merupakan terapi non-invasif, karena tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien. Sesuai dengan namanya, Extracorporeal berarti di luar tubuh, sedangkan Lithotripsy berarti penghancuran batu, secara harfiah ESWL memiliki arti penghancuran batu (ginjal) dengan menggunakan gelombang kejut (shock wave) yang ditransmisi dari luar tubuh.
Dalam terapi ini, ribuan gelombang kejut ditembakkan ke arah batu ginjal sampai hancur dengan ukuran serpihannya cukup kecil sehingga dapat dikeluarkan secara alamiah dengan urinasi. Ilustrasi sederhana teknik ESWL dapat dilihat pada Gambar 1.
Treatment ESWL, pasien dibaringkan di atas tempat tidur khusus dimana generator shock wave telah terpasang di bagian bawahnya. Sebelum proses penembakan dimulai, dilakukan pendeteksian lokasi batu ginjal menggunakan imaging probe (dengan ultrasound atau fluoroscopy), agar shock wave yang ditembakan tepat mengenai sasaran.
Pada lithotripter keluaran terbaru, umumnya telah dipasang anti-miss-shot device yang memonitor lokasi batu ginjal secara kontinyu dan tepat waktu, sehingga alat ini memiliki tingkat keakurasian tembakan sangat tinggi dan pada saat bersamaan dapat meminimalkan terjadinya luka pada ginjal akibat salah tembak.
Sejarah lithotripter
Ide penggunakan shock wave untuk menghancurkan batu ginjal ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang. Jerman tercatat sebagai negara yang mempelopori pengembangan ESWL. Pada awalnya riset yang digulirkan hanya ingin mempelajari interaksi antara shock wave dengan biological tissue pada hewan.
Riset ini dilakukan antara tahun 1968 sampai 1971 di Jerman, dilatarbelakangi oleh adanya insiden salah seorang pegawai perusahaan Dornier (saat ini perusahaan ini dikenal sebagai perusahaan pembuat mesin lithotripter) secara tidak sengaja tersengat shock wave pada saat eksperimen.
Salah satu hasil dari riset ini adalah ditemukan bahwa shock wave mengakibatkan efek samping yang rendah pada otot, lemak, dan jaringan sel tubuh, dan bone tissue (jaringan tulang) tidak mengalami kerusakan saat dilalui oleh shock wave.
Hasil penelitian ini kemudian membawa lahirnya ide penggunaan shock wave untuk menghancurkan batu ginjal dari luar tubuh. Pada tahun 1971, Haeusler dan Kiefer telah memulai eksperimen in-vitro (dilakukan di luar tubuh) penghancuran batu ginjal dengan shock wave. Kemudian pada tahun 1974 pemerintah Jerman secara resmi memulai proyek penelitian dan aplikasi ESWL.
Selanjutnya pada awal tahun 1980 pasien pertama batu ginjal diterapi dengan ESWL di kota Munich menggunakan mesin Dornier Lithotripter HM1. Sejak saat itu eksperimen lanjutan dilakukan secara intensif dengan in-vivo (dilakukan di dalam tubuh) maupun in-vitro. Akhirnya mulai tahun 1983, ESWL secara resmi diterapkan di rumah sakit di Jerman.
Bagaimana lithotripter bekerja?
Merupakan suatu hal yang menarik untuk mengetahui cara lithotripter bekerja, yaitu bagaimana shock wave dihasilkan, kemudian merambat masuk ke dalam tubuh dan menghancurkan sasarannya, tanpa merusak media yang dilewatinya.
Saat ini ada 3 jenis pembangkit shock wave yang digunakan dalam ESWL: electrohydraulic, piezoelectric, dan electromagnetic generator. Masing-masing memiliki cara kerja yang berbeda, namun ketiganya menggunakan air sebagai medium untuk merambatkan shock wave yang dihasilkan.
Electrohydraulic generator menggunakan spark gap untuk membuat "ledakan" di dalam air. Ledakan ini kemudian menghasilkan shock wave. Sedangkan piezoelectric generator, memanfaatkan piezoelectric efek pada kristal. Sedangkan electromagnetic generator, menggunakan gaya elektromagnetik untuk mengakselerasi membran metal secara tiba-tiba dalam air untuk menghasilkan shock wave.
Dari 3 jenis generator di atas, electrohydraulic lithotripter merupakan lithotripter yang paling banyak digunakan saat ini [1]. Diagram skematik dari lithotripter ini dapat dilihat pada Gambar 2.
Pada awalnya, shock wave yang dihasilkan generator hanya memiliki tekanan yang rendah, kemudian difokuskan pada satu lokasi dimana batu ginjal berada. Hanya pada titik fokus inilah shock wave memiliki tekanan yang cukup besar untuk menghancurkan targetnya, sehingga tidak akan merusak bagian di luar daerah fokus ini.
Dalam proses pengobatan, karena titik fokus lithotripter ini sudah fixed, sebaiknya posisi pasien digeser sedemikian rupa sehingga batu ginjal tepat berada dalam titik fokus tersebut. Untuk menghantarkan shock wave dari lithotripter ke tubuh pasien, digunakan air atau gelatin sebagai media perantaranya, dikarenakan sifat akustik keduanya paling mendekati sifat akustik tubuh (darah dan jaringan sel tubuh), sehingga pasien tidak akan merasakan sakit pada saat shock wave masuk ke dalam tubuh.
ESWL di Indonesia
Saat ini penulis belum memiliki data pasti tentang berapa banyak rumah sakit di Indonesia yang telah melayani prosedur ESWL. Mengingat harga lithotripter yang cukup mahal mungkin hanya rumah sakit besar saja yang telah memiliki alat ini. Mengenai biaya pengobatan dengan ESWL sangat tergantung berapa kali tindakan ESWL yang diperlukan sampai pasien benar-benar bebas dari batu ginjal.
Di Amerika, rata-rata pasien menjalani 1.5 kali tindakan ESWL [2] sampai benar-benar bebas dari batu ginjal. Namun jika merujuk pada artikel kesehatan di Indosiar pada 14 Januari 2006 lalu (http://news.indosiar.com/news_read.htm?id=48134) yang menyatakan bahwa untuk sekali tindakan ESWL diperlukan biaya sekitar 4,5 juta rupiah, maka dapat dikatakan bahwa terapi ini selain menawarkan keamanan dan kenyamanan, juga menawarkan biaya pengobatan yang relatif murah.
Daftar bacaan
1. JE Lingeman, in New developments in the management of urolithiasis, Igaku-Shoin, New York, 1996.
2. Andrew Street, Working Paper 29, Center for Health Program Evaluation, 1993.
Sandro Mihradi, mahasiswa program Doktor di Toyohashi University of Technology, Jepang. Email: sandro.m@gmail.com
ESWL: Menghancurkan Batu Ginjal dari Luar Tubuh (2)
Seperti telah dijelaskan dalam tulisan pertama, ESWL adalah terapi yang menggunakan gelombang kejut (shock wave), yang ditembakkan dari luar tubuh ke arah batu ginjal sampai batu ginjal tersebut hancur dan ukuran serpihannya cukup kecil hingga dapat dikeluarkan secara natural dengan urinasi. Dikatakan sebagai terapi non-invasive, karena tidak memerlukan pembedahan atau memasukkan alat kedalam tubuh pasien. Sedangkan PNL dan URS dikatakan sebagai terapi minimal-invasive karena memerlukan sedikit pembedahan dengan memasukkan alat kedalam tubuh untuk menghancurkan dan mengeluarkan batu ginjal.
Dalam terapi PNL, guide wire dimasukkan melalui kulit dekat pinggang kemudian dengan membuat lubang kecil menembus masuk ke dalam ginjal sampai ia menemukan posisi batu ginjal. Sejenis tabung kecil kemudian dimasukkan sepanjang guide wire untuk membuat tunnel, dimana nantinya lewat tunnel ini dimasukkan instrumen kecil untuk menghancurkan batu ginjal dan mengeluarkan serpihannya. Sedangkan URS prinsip kerjanya mirip dengan PNL, namun dalam URS digunakan alat yang dinamakan ureteroscopes, dimana alat ini dimasukkan melalui urethra (saluran kencing), kemudian melalui bladder (kandung kemih) dan ureter (saluran kemih), sampai menemui posisi batu ginjal.
Dari beberapa terapi di atas, ESWL merupakan terapi pilihan pertama untuk kasus umum penanganan batu ginjal dikarenakan keamanan, keefektifan serta kefleksibelannya terhadap posisi batu ginjal. Sebagai perbandingan, terapi PNL hanya efektif untuk penanganan batu ginjal yang masih berada dalam ginjal atau atau yang berada pada ureter bagian atas. Sedangkan terapi URS efektif pada batu ginjal yang berada pada ureter bagian bawah atau pada kandung kemih. Kemudian dari segi keamanan dan kenyamanan, pasien yang diterapi dengan ESWL pada umumnya tidak memerlukan obat bius atau penahan sakit saat terapi dilakukan, dan sudah dapat melakukan aktifitas seperti biasa dalam satu atau dua hari setelah terapi. Sedangkan untuk PNL dan URS diperlukan waktu pemulihan sekitar satu sampai dua minggu, dan waktu pemulihan yang lebih panjang dibutuhkan lagi bagi pasien yang menjalani operasi terbuka , yaitu sekitar enam minggu [1].
Dari berbagai referensi diperoleh data bahwa tingkat keberhasilan terapi ESWL sampai pasien benar-benar bebas dari batu ginjal adalah antara 60 sampai 90 persen. Tingkat keberhasilan ini sangat ditentukan diantaranya oleh besar, jenis, dan lokasi dari batu ginjal tersebut.
Bagaimana shock wave menghancurkan batu ginjal?
Dari hasil observasi pada proses ESWL, ditemukan bahwa pada awalnya batu ginjal yang ditembak dengan shock waves pecah menjadi dua atau beberapa fragment besar [2]. Selanjutnya dengan bertambahnya jumlah tembakan, fragment tersebut pecah kembali dan hancur. Umumnya diperlukan sekitar 1000 sampai 5000 tembakan sampai serpihan-serpihan batu ginjal tersebut cukup kecil untuk dapat dikeluarkan dengan proses urinasi.
Proses hancurnya batu ginjal diprediksi merupakan hasil kombinasi dari efek langsung maupun tidak langsung dari shock waves. Untuk dapat menjelaskan proses hancurnya batu ginjal, terlebih dahulu kita perlu mengetahui profil dari shock wave yang dihasilkan di titik fokus penembakan. Hasil pengukuran tekanan pada titik fokus penembakan dapat dilihat dalam Gambar 1. Secara umum, shock wave ditandai dan diawali oleh high positive pressurecompressive wave) dengan durasi singkat sekitar satu mikrodetik, kemudian diikuti oleh negative pressure (tensile wave) dengan durasi sekitar tiga mikrodetik.
(
High positive pressure di dalam batu ginjal akan mengalami refraksi dan refleksi, dan akhirnya membangkitkan tensile dan shear stress di dalam batu ginjal. Selanjutnya retak akan terjadi dan merambat hingga menyebabkan batu pecah menjadi dua atau beberapa fragment besar. Pada saat yang sama, tingginya compression stress dapat menyebabkan erosi pada permukaan batu ginjal. Proses di atas dikatakan sebagai efek langsung dari shock wave.
Sedangkan negative pressure pada Gambar 1, akan mengakibatkan munculnya cavitation bubbles pada fluida di sekitar batu ginjal dan ini dikatakan sebagai efek tidak langsung dari shock wave. Cavitation bubbles ini kemudian akan collapse menghujam permukaan batu ginjal dan menyebabkan erosi. Ilustrasi dari proses ini dapat dilihat pada Gambar 2.
Beberapa tantangan ESWL
Walaupun ESWL telah terbukti keandalannya, namun ia masih menyisakan beberapa tantangan. Diantaranya adalah rendahnya tingkat keberhasilan ESWL (dengan satu kali tindakan) pada pasien yang memiliki batu ginjal dengan diameter lebih dari dua sentimeter, dan pada batu yang berjenis Cystine. Selain itu masih didapatinya laporan terjadinya injury pada ginjal yang kemungkinan besar disebabkan oleh cavitation.
Saat ini berbagai riset masih intensif dilakukan untuk mengatasi beberapa masalah di atas. Diharapkan pada akhirnya akan dapat dikembangkan teknologi baru yang dapat meningkatkan efisiensi lithotripter dalam menghancurkan batu ginjal dan disaat yang bersamaan dapat meminimalkan injury pada ginjal. (Selesai).
Daftar bacaan
1. American Urological Association, The Management of Ureteral Stones, 1997.
2. Eisenmenger W., The Mechanisms of Stone Fragmentation in ESWL, Ultrasound in Medicine and Biology, Vol. 27, No. 5, 2001.
3. Robin O. et al., Design and characterization of a research electrohydraulic lithotripter patterned after the Dornier HM3, Review of Scientific Instruments, February 26, 2000.
4. Jens J. Rassweiler et al., Progress in Lithotripter Technology, EAU Update Series, No. 3, 2005.
Sandro Mihradi, mahasiswa program Doktor di Toyohashi University of Technology, Jepang. Email: sandro.m@gmail.com
Nanomedicine: Era Baru Dunia Kesehatan
Nanomedicine merupakan aplikasi nanoteknologi di bidang kesehatan. Nanoteknologi adalah disain, karakterisasi, sintesis dan aplikasi struktur, device, dan sistem yang dikontrol pada skala nanometer untuk menghasilkan sifat atau karakter yang baru. Konsep nanoteknologi pertama kali dikemukakan oleh fisikawan Richard Feynman pada pertemuan American Physical Society pada 29 Desember 1959. Di dalam paparannya yang berjudul There's Plenty of Room at the Bottom, dia menggambarkan dunia pada level molekul, diantaranya di wilayah tersebut gaya gravitasi kurang berperan dibandingkan dengan tegangan permukaan dan gaya Van Der Waals. Pada tahun 1974 Norio Taniguchi mengemukakan istilah nanoteknologi dengan ungkapan, "Nanotechnology mainly consist of the processing, separation, consolidation and deformation of materials by one atom or molecule". Sosok nanoteknologi digambarkan dengan lebih rinci dalam kumpulan materi kuliah tentang nanoteknologi oleh K.E. Drexler pada tahun 1989.
Medical imaging
Medical imaging adalah teknik atau proses untuk mendapatkan gambar tubuh khususnya gambar dalam tubuh untuk keperluan medis. Medical imaging dilakukan diantaranya untuk mengetahui bentuk dan fungsi organ tubuh, sebaran zat tertentu dan perubahan metabolisme di dalam tubuh. Saat ini telah dimanfaatkan untuk keperluan ini adalah positron emission tomography (PET), magnetic resonance imaging (MRI), ultrasound tomography, nuclear medicine dan computed tomography (CT).
Salah satu tema penting di dalam pengembangan medical imaging adalah pengembangan contrast agent untuk meningkatkan cakupan dan kualitas hasil yang didapatkan. Di bidang ini, perkembangan disain molekul menjanjikan peluang inovasi yang luas.
Pada tahun 1970an, Tatsui Ido dari Brookhaven National Laboratory untuk pertama kali memperkenalkan senyawa analog glukosa berupa 2-fluoro-2-deoxy-D-glucose (FDG) yang ke dalamnya diikatkan radioisotop fluor-18 (18F-FDG). Fluor-18 adalah radioisotop pemancar positron dengan waktu paruh 110 menit. Pada bulan Agustus 1976 untuk pertama kalinya 18F-FDG diujicobakan kepada dua orang relawan untuk mendapatkan gambaran otak manusia berdasarkan metabolisme glukosa.
Ketika itu pencitraan masih menggunakan nuclear scanner biasa, belum menggunakan kamera PET. Saat ini, seiring dengan kemajuan kamera PET memanfaatkan coincidence detection, 18F-FDG telah menjadi andalan medical imaging di beberapa negara untuk mendeteksi kanker secara dini. Deteksi yang didasarkan pada metabolisme glukosa pada sel kanker ini dapat mengetahui kanker pada tahap awal, saat metabolisme sel kanker baru dimulai. Tingkat malignancy (kecepatan pertumbuhan) kanker pun dapat diketahui dari PET menggunakan 18F-FDG.
Medical imaging menggunakan PET menjanjikan masa depan yang luas. Berbagai macam metabolisme tubuh dan kelainan di dalamnya diharapkan dapat diperoleh gambarannya menggunaan kamera PET. Saat ini, selain 18F-FDG, ada beberapa senyawa dengan biodinamika tertentu terus dikembangkan untuk memperluas cakupan medical imaging menggunakan PET. Misalnya, senyawa bertanda 18F-Fluoromisonidazole (18FMISO) untuk hypoxic tissue visualization dan 11C-flumazenil untuk mendapatkan sebaran benzodiazepine receptor di dalam tubuh.
Drug Delivery
Salah satu tantangan besar dalam pengobatan adalah bagaimana cara mengirimkan bahan aktif menuju sasaran secara efektif, tidak menyebar ke wilayah atau bagian tubuh yang tidak diinginkan. Penyebaran ini dapat mengakibatkan efek samping pada organ atau bagian tubuh bukan sasaran. Selain itu, penyebaran ini juga merupakan pemborosan dalam penggunaan bahan aktif, utamanya bahan aktif yang sulit didapatkan. Ada estimasi bahwa pemborosan akibat penyebaran obat ke bagian yang tidak perlu ini mencapai 65 milyar dollar AS per tahun.
Pengembangan nanoteknologi diharapkan dapat membuka peluang inovasi pada drug delivery system. Beberapa inovasi yang menjanjikan telah berhasil dilahirkan. Misalnya, saat ini sedang dikembangkan senyawa dan partikel pada ukuran nanometer berbasis polimer, baik polimer alam, polimer buatan atau kombinasi keduanya. Termasuk di dalam polimer alam adalah peptida dan antibodi. Reaksi spesifik peptida dengan reseptornya atau antibodi dengan antigen telah dimanfaatkan untuk pengembangan drug delivery system.
Radiopeptida 111In-DTPA-octreotide yang dikenal dengan nama OctreoScan telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (Food and Drug Adminsitrasion, FDA) untuk terapi kanker. Sebagian besar sel kanker menghasilkan reseptor somatostatin. Namun sayang, somatostatin yang merupakan salah satu jenis peptida alam ini memiliki umur biologi yang pendek (2 menit), dalam waktu singkat dia akan dihancurkan oleh peptidase.
Dari penelitian tentang peptida berhasil dikembangkan beberapa jenis peptida yang memiliki sifat mirip dengan somatostatin namun tidak dihancurkan oleh tubuh dalam waktu singkat. Peptida peptida ini dinamakan analog somatostatin. Peptida octreotide merupakan salah satu peptida analog somatostatin. Peptida ini tersusun dari 8 buah asam amino yang di dalamnya memiliki disulphide bridge seperti somatostatin. Peptida ini akan bergabung secara spesifik pada reseptor somatostatin yang banyak dihasilkan oleh beberapa jenis sel kanker.
Oleh karenanya, radiopeptida ini akan bergerak di dalam tubuh dan menempel pada reseptor somatostatin yang ada di sel kanker. Setelah menempel di sel kanker, radioisotop indium-111 yang ditempelkan pada senyawa tersebut melepaskan radiasi pengion yang mematikan sel kanker tersebut.
Dalam rangka pengembangan drug delivery system, Tim peneliti dari Japan Advanced Institute of Science and Technology (JAIST) yang dikomandani oleh Nobuhiko Yui mengembangkan sebuah molekul unik yang diberi nama polyrotaxane. Polyrotaxane merupakan salah satu jenis polimer buatan yang terdiri dari sumbu, gugus melingkar yang dapat berisi muatan senyawa aktif dan gugus pengunci. Jika molekul tersebut telah sampai di organ atau bagian tubuh tujuan, ujung sumbu yang merupakan gugus pengunci dipecah oleh senyawa atau enzim tertentu, sehingga seluruh muatannya terlepas dan jatuh di tempat yang diharapkan.
Nanoteknologi juga membuka peluang pada implantable delivery system. Sistem implantasi ini lebih baik dari pada sistem injeksi yang ada selama ini. Pada sistem injeksi ada yang dinamakan first-order kinetics. Konsentrasi senyawa aktif di dalam darah naik secara cepat dan setelah itu menurun secara eksponensial. Pola seperti ini memiliki kelemahan berupa tingginya konsentrasi pada saat awal yang dapat memberikan efek samping dan menurun di bawah konsentrasi minimal dalam waktu singkat. Implantable delivery system menawarkan solusi untuk kedua masalah ini.
Pada sistem ini, pelepasan senyawa aktif dapat dilakukan secara perlahan sehingga konsentrasi senyawa aktif dapat dipertahankan dalam waktu lebih lama. Sebuah perusahaan bernama Sivida's BioSilicon mengembangkan material dengan struktur nano yang menyerupai kantong berbasis silikon. Kantong tersebut dapat digunakan untuk menyimpang senyawa aktif yang akan dilepaskan secara perlahan seiring dengan larutnya gugus yang mengandung silikon.
Terapi nanopartikel
Perkembangan nanoteknologi diharapkan memacu pengembangan metode baru dalam terapi. Misalnya, ada beberapa bentuk terapi baru dapat dimungkinkan dengan pemanfaatan nanopartikel. Sebuah tim peneliti dari Rice University berhasil melakukan ujicoba penanganan kanker menggunakan nanopartikel berukuran sekitar 120 nm untuk membunuh sel kanker. Nanopartikel tersebut berupa partikel emas yang dibungkus oleh peptida atau antibodi pada permukaannya. Setelah dimasukkan ke dalam tubuh, peptida atau antibodi tersebut akan membawa partikel emas menempel pada sel kanker.
Partikel emas dipanaskan menggunakan sinar infra merah dari luar tubuh untuk membunuh sel kanker didekatnya. Metode ini telah berhasil diujicobakan pada binatang. Metode ini hanya dapat dilakukan jika partikel emas berukuran sangat kecil sehingga dapat bergerak dengan mudah bersama sama dengan cairan tubuh, mengikuti biodinamika peptida atau antibodi.
Perkembangan nanoteknologi telah dikembangkan pula untuk menawarkan zat zat berbahaya di dalam darah. Sekelompok peneliti di University of Florida telah melaporkan keberhasilan mereka dalam memanfaatkan biocompatible microemulsions untuk keperluan ini. Microemulsion ini menggunakan polymeric surfactant dikombinasikan dengan ionic co-surfactant.
Radioimmunotherapy
Beberapa saat yang lalu, sediaan radiofarmaka untuk penanganan kanker melalui metode baru yang dinamakan radioimmunotherapy mulai disetujui penggunaanya oleh FDA. Persetujuan ini diperoleh setelah melewati masa penelitian dan pengembangan selama lebih dari 10 tahun. Radioimmunotherapy adalah metode penanganan kanker dengan memanfaatkan kombinasi antara terapi radiasi dan immunotherapy.
Terapi radiasi adalah terapi dengan memanfaatkan efek ionisasi dari radiasi sehingga dapat mematikan sel yang dikenainya. Sedangkan immunotherapy adalah terapi dengan memanfaatkan mekanisme sistem kekebalan tubuh. Ada 3 jenis immunotherapy, yaitu immune cell therapy, vaccine therapy dan antibody therapy. Pada radioimmunotherapy digunakan immunotherapy jenis terakhir, yaitu memanfaatkan reaksi spesifik antigen antibodi di dalam sel kanker. Radioisotop diikatkan pada antibodi untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam tubuh untuk membunuh sel-sel kanker tersebut. Antibodi tersebut hanya akan terikat pada sel sel kanker karena keberadan antigennya sehingga tidak menyebar ke seluruh tubuh.
Pada Maret 2002 sebuah sediaan radiofarmaka yang diberi nama Zevalini yang merupakan antibodi bertanda radioisotop ittrium-90 telah disetujui oleh FDA untuk digunakan untuk menangani kanker, utamanya limfoma (kanker kelenjar getah bening). Persetujuan ini membuka babak baru pada penanganan kanker. Menyusul setelahnya, radiofarmaka Bexxar yang ditandai dengan radioisotop iodium-131 disetujui penggunaannya pada bulan Juni 2003.
Limfoma terjadi karena pertumbuhan sel secara tidak terkendali pada lymphocyte. Selama ini, penyakit ini ditangani dengan kemoterapi, yaitu membunuh sel kanker dengan zat kimia. Namun, zat kimia tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga memberikan efek samping, utamanya pada bagian tubuh yang mengalami pembelahan sel secara cepat. Penanganan ini memberikan pula dampak kepada pasien berupa mual, muntah, nyeri dan lesu. Selain itu, penanganan ini dapat menyebabkan kerontokan rambut.
Metode radioimmunotherapy menjanjikan solusi terhadap masalah masalah efek samping tersebut. Hal ini dikarenakan antibodi pembawa radioisotop "si pembunuh sel" tidak menyebar ke seluruh tubuh, namun terakumulasi di sekitar sel kanker karena antibodi tersebut bereaksi secara spesifik dengan antigennya. Sel limfoma telah diketahui menghasilkan antigen yang dinamakan CD20.
Antigen CD20 ini memiliki peran penting dalam proses pembelahan dan diferensisasi sel. Antigen CD20 ini hanya dihasilkan oleh sel-sel limfoma, sehingga sel sel lain tidak terganggu kinerjanya. Penanganan dengan anti-CD20 tidak meningkatkan resiko terhadap infeksi dan tidak mengganggu populasi sel karena sel yang rusak atau mati dapat segera diganti. Selain itu, antigen ini berada di membran sel sehingga mudah dijangkau oleh anti-CD20.
Peningkatan skala ekonomi nanomedicine dalam waktu dekat telah terlihat di depan mata. Lembaga litbang swasta dan pemerintah di berbagai negara telah berpacu untuk menangkap peluang tersebut. Pemerintah perlu memperhatikan perkembangan nanomedicine ini dalam menentukan arah litbang nasional di bidang kesehatan untuk mengoptimalkan sumber daya litbang yang terbatas.
Ketua ISTECS Pusat
