Selasa, 02 Desember 2008

TES & TEKNOLOGI - Ponsel Masa Depan

Sebagai game-console : Telepon bergerak mendatang menawarkan kemungkinan game yang sama sekali baru. Ponsel-game masa depan akan berada dalam satu jaringan dan memasukkan lingkungan nyata ke dalam permainan; dengan melibatkan Global Positioning System (GPS) dan kamera.
Image
Games: Packman & Co. mengundang Anda ikut serta pada sebuah perburuan dalam realita campuran-kamera dan sistem navigasi memungkinkan hal ini terjadi.


Kombinasi dunia nyata dan virtual ini adalah aplikasi dari 'Augmented Reality' yang terutama dikembangkan untuk kebutuhan ilmiah dan industri. Melalui teknologi GPS, seorang pemain game dapat mengetahui posisi pemain lainnya melalui sistem navigasi yang disediakan. Gerakan dan lokasi seorang pemain dapat dilacak melalui ponsel. Ponsel-kamera dan display digunakan sebagai alat bantu untuk permainan ‘kucing-kucingan’ di masa mendatang.

Sebagai kartu kredit :Dengan semakin menyebarnya penggunaan etiket Radio Frequency ID (RFID), fungsi-fungsi baru yang dapat memanfaatkan informasi RFID pun dapat diintegrasikan ke dalam ponsel. Teknologi Near Field Communication (NFC) juga memungkinkan dilakukannya pertukaran informasi antara perangkat yang berbeda.
Image
Membayar: Ponsel dapat membaca etiket RFID dan memiliki sebuah fungsi pembayaran. Di Jepang, ponsel sudah digunakan sebagai kartu kredit.


Sebuah ponsel dengan teknologi NFC dapat memberi informasi tentang ketersediaan dan harga produk-produk di sebuah supermarket. Di kasir, pembayaran dapat langsung dilakukan melalui ponsel. Siemens telah menguji sebuah ponsel NFC yang kompatibel dengan infrastruktur RFID. Di Jepang, ponsel jenis ini sudah mulai digunakan sebagai alat pembayaran dengan memanfaatkan RFID. Perintisnya, siapa lagi kalau bukan DoCoMo.

Sebagai kartu kredit Samsung tampaknya ingin menjadi perintis dalam pengenalan bahasa. Produsen dari Korea ini telah mengembangkan ponsel pertama yang mampu mengubah bahasa lisan menjadi pesan tertulis secara otomatis. Fungsi voice-mode tersebut memungkinkan pengguna mendiktekan pesan ke ponsel yang kemudian dikirimkan sebagai layanan pesan singkat (SMS). Untuk lebih mempermudah pengguna, SMS yang diterima pun dapat langsung ‘dibacakan’ oleh ponsel—aman dan nyaman saat berkendara.

Sebagai telepon : Produsen yang bertanya kepada pengguna ponsel tentang apa yang diinginkan pada ponsel masa depan mungkin akan mendapat jawaban yang sedikit mengejutkan. Dalam sebuah jajak pendapat, ponsel yang mudah dioperasikan adalah jawaban terbanyak, bukan kemampuan ini-itu yang muluk-muluk.

Konsumen ternyata lebih mengharapkan hadirnya ponsel dengan pengoperasian yang mudah dan jelas. Hasil polling tersebut dan bukti kesuksesan Apple dengan iPod-nya yang sederhana tetapi tepat guna telah menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan keluarnya sebuah ponsel Apple. “Kami tidak akan masuk ke pasar, di mana kami tidak yakin akan menjadi nomor satu,” demikian bantahan jurubicara Apple Georg Albrecht. Bantahan yang terdengar kurang meyakinkan. Kita lihat saja, waktu yang akan membuktikan apakah Apple akan ‘bermain’ di jalur ponsel atau tidak.

Source : CHIP 08/2005
Author : AS.Pratisto

Tidak ada komentar: