Selasa, 02 Desember 2008

TES & TEKNOLOGI - Ponsel Masa Depan

Penelitian Samsung menunjukkan bahwa ponsel-kamera high-end mendatang akan lebih kompak. Samsung sedang bereksperimen dengan “lensa cair”, di mana fokus dan faktor zoom diatur melalui tegangan listrik. Serupa dengan mata manusia, bentuk lensa akan berubah sesuai dengan tegangan yang diberikan. Solusi kompak ini juga lebih hemat energi.
Image
Membuat foto: Di satu sisi, SCH-V770 adalah sebuah ponsel. Di sisi lain, ia merupakan kamera 7 MP dengan zoom optik 3x.

Sebagai TV : Televisi termasuk salah satu fungsi utama dalam ponsel hiburan masa depan. Displaynya tidak akan jauh lebih besar dibandingkan display ponsel masa kini yang berukuran 320 x 240 pixel. Dua tahun mendatang juga akan ada ponsel dengan display OLED. Diode polimer yang menyala ini menawarkan warna lebih baik dan kontras lebih tinggi.

Keinginan memiliki ponsel yang lebih kompak dengan display lebih besar merupakan tantangan bagi produsen. Philips sedang mengembangkan display plastik yang dapat digulung sehingga dapat ditarik ke dalam perangkat ketika tidak sedang digunakan. Siemens menanggapinya dengan sebuah mini-proyektor terintegrasi. Di sini, sinyal visual diproyeksikan pada bidang yang licin. Melalui pena bluetooth, bidang licin ini berfungsi sebagai pengganti keyboard pada 'New Interactive Phone'. Di laboratorium penelitian Siemens, layar gulung dan mini-proyektor sudah dapat berfungsi dengan baik.
Image
Televisi : Acara TV juga dapat diterima ponsel dan perangkat bergerak lainnya melalui DVB-H. Piala dunia 2006 akan menjadi ujicoba besar-besaran.



Siaran acara TV untuk ponsel dilakukan melalui DVB-H (Digital Video Broadcast for Handheld). Dengan DVB-H ini tidak hanya gambar dan suara yang dapat ditransfer, layanan lain juga dapat memanfaatkan jalur yang tersedia. “Ponsel juga dapat difungsikan sebagai remote control interaktif,” jelas Kurt Silen, Vice President Ericsson. Ini merupakan manfaat tambahan dari kombinasi ponsel dan TV. Ericsson telah menunjukkan sebuah aplikasi di mana penonton dapat berinteraksi secara live dengan menekan tombol-tombol tersebut dan mengirimkan SMS ke stasiun televisi.

Menurut sebuah penelitian yang dilakukan asosiasi bisnis ponsel 'Eco', para pakar berharap ponsel berkembang dari perangkat komunikasi dua arah menjadi sebuah media informasi yang mampu bersaing dengan televisi dan suratkabar.
Image
Ponsel untuk dua dunia : Sebuah perangkat yang berisi semua teknik tidak akan tersedia bagi pengguna ponsel masa depan. Pengembangan telepon bergerak untuk bisnis dan hiburan menempuh rute yang terpisah.



Pengelola telepon bergerak tidak terlalu memikirkan film cerita utuh atau game-show pada ponsel. Mereka hanya ingin menawarkan klip-klip pendek kepada konsumen muda dalam kelompok usia di bawah 26 tahun berupa berita, musik, video, dan erotika.

Tidak ada satu pun produsen yang percaya bahwa ponsel dapat menjadi alternatif bagi televisi, koran, atau majalah untuk kelompok usia di atas 40 tahun. Namun demikian, mereka tetap menjajaki segala kemungkinan yang ada. Piala Dunia 2006 mendatang akan menjadi ujicoba bagi ponsel-tv untuk semua kelompok usia. Penggemar sepakbola tidak perlu lagi ketinggalan sebuah gol karena sedang berada dalam perjalanan.
Sunber: chip.co.id

Tidak ada komentar: